Sad Guru berkata ," Jangan mengganti nama Tuhan yang telah kau cintai, kau hormati dan kau pilih untuk diingat serta diulang-ulang. Satu nama Tuhan harus kau pilih dan kau gunakan seterusnya untuk japa dan meditasi."

Minggu, 31 Oktober 2010

Orang Bali Tak Gemar Membaca ?

Orang Bali tampaknya tak begitu gemar membaca. Banyak ilmu tua yang diwariskan turun-temurun, tidak lewat bahan-bahan tertulis, namun cukup dilisankan saja. Ajaran-ajaran Agama Hindu, falsafah hidup, ditularkan lewat seni pertunjukan wayang , topeng, drama gong atau arja. Maka siapa saja yang suka nonton kesenian tradisional itu walau tidak gemar membaca, pasti kaya cerita yang bisa dengan bagus diramu menjadi pegangan hidup sehari-hari.

 
Tak seorang pun orang Bali yang keberatan kalau ilmu-ilmu tradisi, filsafat, diturunkan lewat cerita lisan dari mulut ke bibir. Memang ada banyak lontar, tapi yang gemar membaca dan paham betul soal aksara Bali (apalagi yang kuno), hanya orang tertentu. Jika ingin tahu yang tersirat di lontar, mereka bisa masuk kelompok pesantian, ikut mendengarkan wiracerita yang sarat pegangan hidup.


 
Penularan ilmu tentang banten (sajen) pun lewat lisan, tidak melalui gemar membaca dan praktek langsung. Seorang juru banten akan memberitahu langsung segala hal ihwal sesaji pada orang lain ketika si juru banten sedang metanding. Tak selembar pun ada catatan sehingga tidak ada yang gemar membaca. Penurunan ilmu itu semuanya berjalan mulus, tanpa cacat dan cela.
Orang Bali memang bangga cara menurunkan ilmu lisan atau tidak melalui membaca. Mereka seolah-olah merasa punya kelebihan, tanpa lewat gemar membaca dan lewat catatan tertulis sanggup mewarisi ilmu yang rumit. Secara lisan saja mereka bisa tukar menukar ilmu, apalagi kalau gemar membaca lewat pustaka.


Namun cara menurunkan ilmu lisan punya banyak kelemahan. Misalnya, banyak ragam variasi yang bisa muncul untuk ilmu tertentu. Tengoklah adat-istiadat atau tata cara membuat sesaji. Di desa yang berbeda, bisa beda bentuknya, padahal tujuannya sama.

 
Karena tidak ada catatan dan tidak gemar membaca, lambat laun orang-orang yang hendak belajar adat-istiadat, tata krama, bentuk-bentuk dan nilai-nilai falsafah sesaji, tidak punya pegangan pasti. Jika orang-orang berdebat kenapa ada perbedaan-perbedaan, sungguh tak mudah jalan keluarnya karena memang tak gemar membaca, tak ditemukan bukti tertulis buat pegangan. Akhirnya, semuanya bisa saja salah, tapi bisa juga seluruhnya benar. Atau, tak jelas mana yang keliru, mana pula yang patut.


 Mari mulai gemar membaca....!!!

suksma ring Gde Aryantha Soethama dalam buku Basa Basi Bali
di posting kembali olih rare-angon
Ilustrasi Rare Angon olih adipurba.deviantart.com

6 komentar:

  1. saya rasa waktu saya berkunjung ke Bali memang jarang ad perpustakaan y spertinya...? hehe...
    tetapi d sana bnar2 banyak budaya yg masih khas...
    dn justru itu yg mnarik bnyak wisatawan...

    BalasHapus
  2. Itu artinya, orang Bali itu cukup sabar menjelaskan secara detail kepada setiap orang yang mebutuhkan ilmu darinya

    BalasHapus
  3. Sareng komen siki bli... hehehe becik pisan tulisane niki, usaha peningkatan daya baca.... minabang panglingsir iraga ne pidan ring bali bes sibuk lan gupuh mekarya,,, kanti ten sempat nyemak buku... hehehe santukan pidanan sami ngambil gegelaran sesuai swadharmane (seken2 nelebin napi sane mula dados pekaryan nyane) lebih ke arah profesional lah.... nenten sekadi mangkin mengarah pada serba bisa, kene pang bisa, keto pang bisa,,, akhirne mekejang tenga2... hehehe yen janian minab jakti yg perluh dirubah memang kebiasaan untuk membaca perlu ditingkatkan, tp ditengah harapan untuk peningkatan daya baca nika ada juga yg memang ingin membaca, tp keterbatasan buku2... hehe ada yg punya wktu dan punya buku, tp memang males maca... xixixi dumadak dumadik taler generasi muda lan generasi panglingsir bisa adung, ane lingsir nartarang pelajahan lisan, ane muda nyatet utawi mupulan mutiara2 tercecer dr budaya bali selanturnyane nyikianh dados buku2 berkualitas anggen warisn majeng ring generasi selanturnyane... hehehe salam rahayu bli....

    BalasHapus
  4. inggih semeton sareng sami, mari kita tingkatkan keinginan untuk membaca dan terus membaca..

    BalasHapus

Buku Tamu

Rekan Kerja Saya Perlu Drafter

Rekan Kerja Saya Perlu Drafter
Silakan klik bannernya untuk melihat project2 dari TAG TARIK GARIS (publish 04/4-14)

Translate

Famous - Sane Pinih Kasub

Wellcome to Bali

Rare Video

Loading...